Saat gemuruh itu reda
Yang terdengar hanya hening
Tak ada lagi isak apalagi sesak
Sendiri di depan beranda kesedaran
Memunguti keping-keping hati
Merekatkannya satu demi satu demi satu
Dan menyimpannya baik-baik
jauh di lubuk terdalam sana
Sambil kembali berharap
Semoga ia kembali terjamah
Oleh tangan kerinduan jauh di sana
Kerana tak ada yang pernah boleh mengambilnya
Kecuali ia sang belahan jiwa
di luar hujan pun mulai reda...
hujan hatiku bilakah usainya....?