Kamu adalah lautan yang berdebur tanpa suara. Gelombangmu membadai sepanjang kerinduanku. Menghempas sepi di sepanjang pantai cintaku. Disini aku tegak berdiri di bibir pesisir yang luka oleh serpihan pasir kerinduan. Kusaksikan kau menggelombang sendiri, badai memporak buihmu dalam hening. Terasakah olehmu rindu yang kurasa saat dingin riakmu memeluk mata kakiku?, Saat kau menenggelamkanku sejenak dalam sejuk berkepanjangan sebelum kaki langit mengetuk kembali?
Ingin aku lebur di dalam cintamu. bersama satu jiwa, terombang-ambing dalam amuk mu, Tapi, Bukankah cinta kita adalah anak dari duka sementara?
Kau adalah lautanku berdebur tanpa suara, Kekasihku. Dan aku hanya nyiur di pantai landai yang mencuba memeluk angin semilir sunyi rindumu yang tanpa kata.