Duhai Kasih….Selama mawar masih merekah dimusim semi,
Selama mentari masih bersinar dari tiap sudut-sudut langit,
Disetiap denyut nadiku,
dari setiap aliran serta hembusan nafasku,
Engkaulah air kehidupan serta benih-benih harapku
selamanya bersemi.
Duhai kerlip malam bertabur bintang,
Engkau adalah teman jiwa dikala sunyi,
Engkaulah pendengaran dan penglihatan mata hatiku.
Duhai tatap keindahan dikala kelam,
Bawalah cahaya itu dari kelopak matanya,
Payungilah jiwaku dari pancaran teduhnya,
Duhai pesona malam,
Dimalam ini aku termenung, jemari kerinduan telah membuatku
Selalu terjaga,
Masih setiakah kau menerangi dan menghias malam pekatku?
Bagaimana aku mengetahuinya?
Ataukah ini hanya ilusi ku semata?
Bila sayap-sayap cintaku meluruh dan melayu dalam
Seandainya saja tak kunjung kutemukan bahagia,
Dalam cinta yang tersembunyi,
Masihkah kau setia mendampingiku hingga nafas
Terakhirku?
Kekasihku....
Aku adalah kupu-kupu, aku dan bunga adalah
Sepasang kekasih.
Angin kehidupan mempertemukan dan memisahkan kami.
Aku terbang dan aku datang dari atas singgahsana cintamu,
Untuk menggabungkan sengat kasihku dengan putik
Indahmu,
serta keindahan warnanya yang menyatu dengan
keindahan sayap-sayap cintaku.
Menjelang segarnya pagi aku menghampiri kekasihku,
dan ia mendakapku dengan kelopak indahnya.
Disenja hari kutorehkan dan kubacakan syair-syair
Kerinduanku,
lalu ia tersenyum,
dan melambaikan kelopak jiwanya padaku…..
Kupu-kupu bersayap yang oleh cinta tidak diberi
kekuatan,
tidak akan bias terbang dari balik dedaunan untuk
melihat keindahan dan keagungan cinta,
Dimana jiwaku dan jiwa kekasihku menyatu dalam setiap
Hembusan dan tarikan nafas keabadian….
Ketika angin menyandungkan bait-bait cinta,
Ruh semesta yang mendengarnya akan tertunduk
dalam bulir airmata bahagia….
Disaat angin bergolak, dan hati terluka….
Kupu-kupu terbang susuri taman-taman hati,
dilihatnya bunga-bunga merekahkan warna keindahan
jiwa…
putik indahnya takkan pernah mendengar…. Ketika alam
menyandungkan bait-bait kehidupan….
Kekasihku…..
aku ingin engkau mengenalku sebagai keindahan kupu-kupu
yang pernah tertatih dalam kegelapan….
Aku ingin engkau mengingatku sebagai makhluk yang
Pernah terkurung sepi
dalam selubung kegetiran….
Duhai,
keindahan jiwa yang menghias taman hatiku,
Tak ada hari-hari yang lebih indah daripada hari-hari
Yang dihiasi oleh keindahan cinta….
Tak ada badai yang lebih menakutkan selain badai amarah mu yang kerdil
tetaplah dalam genggaman erat
kepakan syair keabadianku, dan….
Jadilah pengikut setia atas singgahsana keajaiban
cintaku…..