Warkahku
Ini warkah pilu
kutulis di tepian sumur air mata
yang masih boleh menitis rasa.
Kutulis dengan segema bulu mata luruh
dari jutaan mata keruh
memohon engkau Tuhan
kembangkan payung perlindungan
anugerahkan daya tahan
tenaga melawan
jiwa yang kian cedera
seksa dalam aniaya.
Ini warkah tulus
kutukik di sudut hati berbara
Tuhan
suluhlah ke dalam hati yang luluh
bagaimana derasnya mengalir darah dan nyawa
begitulah lebatnya hujan mata duka
tumbang juga dalam perkasa.